Mengenal Lisensi Open Source Software

Software License

Kita semua telah mengenal bahwa hampir semua distribusi linux merupakan sistem operasi yang bersifat open source dan free software. Inilah yang membuat linux di permukaan terlihat ‘gratis’ tetapi sesungguhnya ada makna yang sangat dalam dari kata ‘gratis’ tersebut.

Mengapa lisensi penting, dan mengapa kita sebagai pengguna linux wajib mengenal dan mempelajari lisensi? Lisensi secara umum dapat diartikan memberi izin. Nah, Pemberian lisensi akan terjadi jika ada pihak yang memberi lisensi (pembuat software) dengan pihak yang menerima lisensi (pengguna / pemakai software) sehingga lisensi merupakan salah satu bentuk perjanjian tertulis.

Biasanya para pengembang aplikasi selalu memasukan lisensi pada tiap softwarenya (saya yakin semua software mempunyai lisensi). Patut dicatat bahwa pengembang aplikasi berbeda dengan pembuat / pemilik lisensi. Inilah sebabnya mengapa terdapat berbagai jenis lisensi karena diciptakan oleh orang / organisasi yang berbeda-beda dan digunakan pula oleh pengembang yang berbeda-beda. Saya tekankan bahwa pengembang aplikasi bebas memilih lisensi yang akan ia gunakan.

Sayangnya, penerapan lisensi ini justru dilencengkan oleh sebagian besar aplikasi proprietary / closed-source yang terdapat di sistem operasi Windows / Mac OS. Mereka menggunakan lisensi untuk membatasi hak pemakai terhadap aplikasi yang digunakannya, jadi jika seseorang membeli Microsoft Office 2013, mereka sebenarnya tidak ‘membeli’ dan/atau ‘memiliki’ software tersebut, melainkan hanya diberikan izin untuk memakainya saja, namun software tetap dimiliki oleh pengembang aplikasi yaitu Microsoft.

Lain halnya didunia Linux, pengguna diberi jaminan untuk memakai perangkat lunak, memodifikasinya, bahkan membagikan kepada orang lain. Agar anda tidak bingung dengan banyak istilah yang akan dipaparkan, maka alangkah lebih baiknya jika kita membaca definisi free software yang dikeluarkan oleh GNU. Berikut definisinya:

“Perangkat lunak bebas” adalah perangkat lunak yang menghargai kebebasan pengguna dan komunitas. Nyatanya, itu berarti bahwa pengguna mempunyai kebebasan untuk menjalankan, menyalin, mendistribusikan, mempelajari, mengubah atau menyempurnakan perangkan lunak. Selain itu “Perangkat lunak bebas” adalah tentang kebebasan, bukan harga. Untuk dapat mengerti konsepnya, anda harus berfikir “bebas” seperti “bebas berpendapat”, bukan “bebas ambil/gratis”.

Sebuah program dapat dikatan perangkat lunak bebas jika pengguna program tersebut mempunya empat kebebasan esensial:

  • Kebebasan untuk menjalankan program, untuk tujuan apapun (kebebasan 0)

  • Kebebasan untuk mempelajari bagaimana sebuah program bekerja, dan mengubahnya sesuai dengan kehendak anda (kebebasan 1). Akses ke source code (kode sumber) merupakan prasyarat dari (kebebasan 1) ini.

  • Kebebasan untuk meyebarluaskan salinan sehingga anda dapat membantu tetangga / rekan (kebebasan 2)

  • Kebebasan untuk mendistribusikan salinan dari versi modifikasi anda kepada orang lain (kebebasan 3). Dengan melakukan ini anda dapat memberikan keuntungan kepada seluruh komunitas terhadap hasil modifikasi anda. Akses kepada kode sumber merupakan prasyarat dari (kebebasan 3) ini.

Sudah cukup jelas bukan? Free Software sangat menghargai kebebasan anda. Memang ada sedikit pertentangan definitif antara free software dengan open source. Akan tetapi disini saya lebih memilih definisi free software dari GNU karena menurut saya mempunyai makna yang lebih tegas namun singkat dan mudah dicerna.

Nah sekarang yuk kita langsung masuk ke intinya yaitu jenis-jenis lisensi open source, yay 🙂 Lisensi yang akan saya paparkan dibawah ini tentu saja pembuatnya berbeda namun konsepnya tidak jauh berbeda dengan definisi free software yang dikeluarkan oleh GNU. Lalu, apa perbedaannya? Simak dibawah ini:

  1. Lisensi MIT

Mit License

Lisensi MIT merupakan lisensi serba mengizinkan yang pendek dan langsung kepada intinnya. Lisensi ini membolehkan orang-orang untuk melakukan apapun yang mereka inginkan dengan kode / aplikasi anda asalkan mereka memberikan penghargaan kembali kepada anda namun anda tidak diberi tanggung jawab terhadap modifikasi orang lain. Contoh: anda mengembangkan aplikasi kalkulator, lalu orang lain memodifikasi dan menyempurnakan kalkulator anda. Nah orang lain tersebut wajib mengakui bahwa andalah yang pertama kali membuat kalkulator tersebut, namun anda tidak diberi tanggung jawab terhadap resiko / kerusakan yang muncul terhadap kalkulator anda hasil modifikasi orang lain. Sangat simpel bukan? Ini Link nya, patut dicatat bahwa semua lisensi legal menggunakan bahasa Inggris

  1. Lisensi Apache

apache software

Lisensi Apache cocok bagi anda yang memikirkan tentang hak paten. Lisensi Apache adalah lisensi perizinan serupa dengan MIT, tetapi juga memberikan hibah hak paten dari kontributor / pengembang terhadap pengguna.

  1. Lisensi GNU GPL

GPL

Lisensi GPL (V2 atau V3) adalah lisensi copyleft yang mensyaratkan semua orang yang mendistibusikan kode anda untuk menyediakan sumber kodenya dengan lisensi yang sama. Maksudnya jika anda membuat aplikasi ‘calculator’ dengan lisensi GPL V2, lalu ada orang lain yang membuat aplikasi ‘scientific calculator’ dari hasil modifikasi aplikasi anda, maka orang itu juga wajib memberikan lisensi GPL V2 juga. Yang saya tangkap dari lisensi ini adalah, anda memberikan dari hasil yang anda dapatkan.

Sebenarnya masih banyak lisensi open source / sumber terbuka yang lain. Namun saya hanya menuliskan tentang tiga itu saja karena paling banyak dipakai. Lisensi terkenal lain adalah Mozilla MPL, jika di komputer linux anda ada software open source, bisa dipastikan software-software tersebut memakai salah satu dari empat lisensi ini.

Sekian tulisan saya kali ini, jika ingin bertanya, memberi masukan, kritik dan saran, silahkan isi di kotak komentar dibawah, saya akan selalu berusaha menanggapi setiap komentar yang masuk. Terimakasih 🙂


		
Advertisements

Cara ganti DNS Ubuntu 14.04

DNS

Hai sobat! Bertemu lagi bersama saya Ridwan. Langsung saja tanpa buang waktu saya akan memberikan tips sederhana untuk mengganti DNS di Ubuntu 14.04. Mengapa? Karena banyak situs yang diblok oleh DNS Nawala yang sebenarnya kurang tepat untuk diblok, contohnya situs favorit saya mangafox.

Caranya cukup mudah, cukup buka terminal, ketikkan kode berikut ini:

sudo gedit /etc/dhcp/dhclient.conf

Setelah itu kamu akan masuk ke teks editor, cari yang ada tulisan seperti ini:

#supersede domain-name "fugue.com home.vix.com";
#prepend domain-name-servers 127.0.0.1;

Hilangkan tanda pagar, lalu ganti nama domain dan nama server domain menjadi berikut:

supersede domain-name "google.com";
prepend domain-name-servers 8.8.8.8;

Bingo! Kamu telah berhasil mengubah DNS di Ubuntu 14.04, sekarang komputer kamu sudah bisa buka situs web apapun.

Terimakasih kunjungannya. Stay tune terus ya di situs ini untuk update tiap harinya.

Jika ada pertanyaan, kritik, saran, masukan, tuliskan saja komentar di bawah ini. Akan saya tanggapi secepatnya 🙂

Transisi dari Windows ke Ubuntu

windows to ubuntu

Tulisan ini sebenarnya hanyalah merupakan curahan hati / pendapat pribadi dari diri saya sendiri. Tidak ada maksud untuk menyinggung atau menjelekkan pihak tertentu. Langsung saja kepada intinya: Apakah anda sedang memutuskan untuk beralih ke ubuntu (linux)? Hal-hal apa saja yang diperlukan untuk beralih? Benarkah jika menurut pendapat orang kebanyakan kalau linux itu masih tidak layak untuk konsumsi publik? Berikut ini saya paparkan beberapa pendapat yang akan saya kemukakan jika anda beralih atau setidak-tidaknya dual boot windows 8.1 dan ubuntu 14.04 LTS.

  1. Anda dapat menggunakan Linux Ubuntu sebagaimana anda menggunakan Windows. Maksudnya apa? Maksudnya adalah kebebasan anda dijamin 100% jika menggunakan ubuntu. Banyak orang yang beranggapan bahwa jika ingin menggunakan linux, maka orang itu wajib kenal bahasa pemrograman / hanya digunakan oleh orang yang kuliah di bidang IT / hanya dipelajari oleh tukang service komputer. Mungkin pendapat itu ada benarnya, namun anda sebagai end-user (pengguna akhir) diberi kebebasan untuk menggunakan linux sebagaimana anda menggunakan komputer pada umumnya seperti: mendengarkan musik (mp3), menonton video (mp4, flv), bermain games (DOTA 2) mengerjakan tugas (Word, Excel, Powerpoint) termasuk browsing internet dan semua fitur yang dimiliki oleh komputer standar. Yang ingin saya tekankan adalah, belajar pemrograman itu bagus, namun anda sama sekali TIDAK DIWAJIBKAN untuk mempelajari hal tersebut.
  2. Jika anda mendengar linux pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya terminal. Ini merupakan keajaiban linux, tapi tahukah anda? Hampir semua perintah yang dilakukan dengan terminal bisa juga dilakukan dengan GUI / Tampilan. Mengapa di situs ini mayoritas hanya terdapat cara terminal saja? Karena cara terminal (menurut pengalaman saya) lebih cepat dan lebih responsif dibanding dengan cara GUI. Jika saya menyodorkan suatu perintah terminal, namun anda lebih memilih untuk menggunakan Tampilan / GUI, maka cukup tanyakan di tempat komentar, nanti akan saya usahakan mencarikan jalan GUI nya untuk anda. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa anda diberi kebebasan & pilihan ketika menggunakan linux, dengan jalan Terminal / GUI. Hal ini jauh dari kebanyakan pendapat umum bahwa linux itu membelenggu kehidupan anda.
  3. Memang linux identik dengan software open source (sumber terbuka), tapi tahukah anda bahwa di linux banyak sekali terdapat aplikasi proprietary / closed-source / sumber tertutup? Beberapa perusahaan mengeluarkan aplikasi proprietary untuk linux seperti Adobe, Google, Steam. Menurut saya, hal ini justru memudahkan pengguna akhir / end user seperti kita semua. Mengapa? Karena aplikasi-aplikasi tersebut seperti Google Chrome, sudah menjadi kebiasaan untuk digunakan di Windows. Menurut pendapat saya, tidak ada masalah apakah aplikasi tersebut harus open source / proprietary, yang terpenting adalah menguntungkan bagi pengguna akhir. Coba anda bayangkan jika Microsoft Office, Adobe Illustrator & Photoshop serta CorelDRAW meluncurkan aplikasinya untuk linux, betapa besar pengguna yang akan beralih ke linux? Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya STEAM yang secara pelan tapi pasti menaikkan pengguna Desktop Linux melebihi rekor-rekor sebelumnya.
  4. Anda bisa menggunakan software windows di linux dengan sebuah compability-layer yang bernama wine. Cukup jelas, pembahasan tentang wine akan saya berikan pada tulisan-tulisan berikutnya.
  5. Jika anda telah menggunakan linux, ada baiknya anda juga mengajak orang lain untuk menggunakan linux, bahkan kalau bisa berkontribusi kedalam komunitas / forum online linux. Namun jika anda tidak ingin / tidak ada waktu, maka tak apa. Hal ini dikarenakan sudah cukup banyak tersedia segala pemecahan masalah tentang linux, anda cukup mencarinya di google (meskipun masih banyak menggunakan bahasa Inggris). Yang ingin saya sampaikan adalah menggunakan linux = menggunakan windows. Jika di Windows anda tinggal memakai komputer saja, tanpa perlu mengajak orang lain / memikirkan komunitas, maka di Linux pun sama, anda diberi kebebasan seutuhnya apakah anda ingin berkontribusi atau tidak, karena tidak ada masalah sama sekali mengenai keputusan tersebut. Bila anda hanya ingin Linux yang tinggal pakai, cepat mengerjakan tugas, tak perlu repot, kalau ada masalah tinggal searching google, ya sudah. Itu semua pilihan anda, ketika anda menggunakan linux dan memperlakukan linux itu sebagai komputer biasa, menurut saya itu bagus. Intinya kebebasan ada ditangan masing-masing, hanya diri sendirilah yang menentukan kemana arah kita berikutnya.

Cukup demikian 5 point pikiran saya kali ini tentang linux. Memang, dari lima pendapat tersebut terkesan nyeleneh dibanding pendapat pengguna linux pada umumnya. Namun tujuan saya disini hanyalah untuk menambah pengetahuan dan memperluas sudut pandang tentang linux, karena sebagai manusia kita selalu dituntut untuk berpikir kritis.

Jika anda punya masukan, pertanyaan, sanggahan, kritik bahkan cemoohan bisa langsung anda sampaikan di kotak komentar dibawah ini, Insya Allah akan saya tanggapi secepat mungkin. Terimakasih